Wartadesatv || Bandung – Satu dari orang tua Murid penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK Mutia Harapan Cicalengka, Kabupaten Bandung yang dicairkan pada 3 Desember 2023. Keluhkan adanya pemotongan sebesar 30℅ oleh pihak Sekolah. Bahkan sisa dari jumlah bantuan yang diterima anaknya di masukan biaya SPP Sekolah yang belum saatnya di bayarkan. Seharusnya pihak Sekolah lebih bijak dan mengerti akan kebutuhan anak penerima bantuan bukan di habiskan masuk ke Biaya Sekolah semua.
Baca juga:Anggota Dewan DPRD Provinsi Jabar Endah Suwarni S.H.,M.Kn., Siap Menangkan Kembali Pemilu 2024
“Menurut BY uang yang diterima anaknya sebesar 500 Ribu. Dipotong 200.000 katanya untuk pembangunan Mesjid Sekolah. Sisa yang 300 dimasukan admin SPP yang belum masuk jam belajar selama sebulan. (21/1)
Baca juga:Mengatasi kondisi ekonomi, Kodim 1514/Morotai laksanakan panen di lahan pangan.
Kami tidak pernah punya tunggakan, selalu membayar setiap bulannya kalau di potong seperti itu kami sangat kecewa dan jadi tandanya walau bantuan PIP itu dari Aspirasi dewan yang tidak diketahui Partai mana, seharusnya pihak Sekolah lebih bijak bukan memanfaatkan situasi, kata By
Saat dimintai keterangan pihak kepala Sekolah oleh Media, Infakta, Berita raya dan Liputan, ketika dikofirmasi kebenarannya pada Jum’at 19 Januari 2024. Membenarkan adanya pemotongan 30% oleh pihak kepala Sekolah. Untuk keperluan pembangunan Mesjid Sekalolah.







Comment