Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan, salah satu keprihatinan dari seorang guru adalah pendapatannya yang masih sangat kecil. Terutama adalah guru-guru honorer. Ia pun memahami hal tersebut.
“Apa yang bapak-bapak dan ibu-ibu perjuangkan itu saya memahami betul, karena banyak juga guru yang mengeluhkan kepada kami agar kesejahteraannya diperhatikan,” ucap Bupati.
Bupati mengungkapkan, komitmen pemerintah daerah untuk mensejahterakan para guru tak tanggung-tanggung. Sebanyak Rp768 Miliar diglontorkan untuk mengaji semua guru, termasuk honorer yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Anggaran pendidikan kita dari APBD itu paling banyak capai Rp1 Triliun, dimana Rp768 miliar itu kita gunakan untuk membayar gaji guru, termasuk honorer yang diangkat PPPK. Penerimaan guru PPPK kita termasuk paling banyak,” ungkapnya.
Bupati berharap apa yang diperjuangkan dari pada guru-guru FGSNI bisa tercapai.
“Dengan Mukernas ini, kami berharap guru yang berhasil mengikuti program Inpassing atau penyetaraan akan mendapatkan tunjangan bulanan di mana besarannya setara dengan para guru PNS,” tandasnya.
Reporter: Fandi







Comment